mazmur.org

Mazmur 1: dua jalan, dua bobot

Halaman ini memuat teks penuh mazmur pertama dan sebuah ulasan yang berakar pada Matthew Henry — bukan sebagai barang kuno, melainkan sebagai pertanyaan yang masih diajukan gerbang kitab ini kepada setiap pembaca yang lewat.

Teks Mazmur 1 — Terjemahan Baru

Mazmur 1:1–6 · Terjemahan Baru (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Ulasan: cermin, lereng, pohon, sekam

Kebanyakan pembaca sampai ke kitab ini melalui Mazmur 23 atau Mazmur 91. Mazmur 1 adalah tempat kitab ini justru balik bertanya. Matthew Henry membacanya sebagai cermin yang diangkat di depan pembaca: setiap orang, jika ia mau jujur terhadap dirinya sendiri, dapat melihat wajahnya sendiri di sini, lalu membaca putusan atas dirinya sendiri.

Mazmur 1:1 · Terjemahan Baru (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Wajah yang tampak itu ditarik dari kebiasaan, bukan dari suasana hati — watak orang baik di sini diberikan menurut aturan-aturan yang ia pilih sebagai jalan hidupnya dan sebagai ukurannya. Henry lalu melacak kemerosotan yang tersirat dalam ketiga kata kerja mazmur ini, dengan sebuah pepatah Latin: Nemo repente fit turpissimus—Tidak seorang pun mencapai puncak kejahatan sekaligus. Mula-mula kelalaian, lalu kebiasaan, lalu penghinaan; kelalaian membuka jalan bagi pelanggaran. Nasihatnya sama sekali tidak romantis: Siapa yang ingin terhindar dari celaka harus menjauh dari jalan celaka.

Mazmur 1:3 · Terjemahan Baru (TB) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Gambaran tandingannya bukanlah perbaikan diri. Hidup yang berbuah itu dipindahtanamkan, bukan tumbuh sendiri: Tidak pernah ada pohon yang baik tumbuh dengan sendirinya; orang yang bertahan itu ditanam oleh kasih karunia Allah.

Mazmur 1:4 · Terjemahan Baru (TB) Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Pilihan yang satunya adalah keadaan tanpa bobot. Sekam tidak memiliki apa pun yang menahannya, sehingga mereka mudah diombang-ambingkan oleh setiap angin dan pencobaan, dan tidak memiliki keteguhan. Dua jalan, dua bobot, dan satu pertanyaan yang terus diajukan mazmur ini: yang manakah yang sedang membawa Anda?

Dalam bahasa yang lebih sederhana

Bacalah sekali lagi dalam Bahasa Indonesia Masa Kini, yang kalimatnya lebih bersahaja:

Mazmur 1:1–6 · Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah, tetapi yang suka melakukan Perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya. Sebaliknya orang jahat: ia seperti sekam yang dihamburkan angin. Orang jahat akan dihukum Allah, hakimnya dan dipisahkan dari umat-Nya. Sebab orang taat dibimbing dan dilindungi Tuhan, tetapi orang jahat menuju kepada kebinasaan.

Lanjutkan membaca

Sesudah gerbangnya, biarkan kebutuhan yang memilih: Mazmur 23 pada masa duka, Mazmur 91 pada masa takut, Mazmur 121 sebelum perjalanan.

Unduh Aplikasi Alkitab gratis dan baca Mazmur setiap hari dalam terjemahan pilihan Anda.